Pernahkah Anda
mengalami kesulitan pada saat hendak memutuskan sesuatu? Di satu sisi Anda tahu
keputusan apa yang seharusnya Anda ambil namun di sisi lain ada suatu perasaan
dan keinginan kuat yang mendorong Anda untuk mengambil keputusan lain yang sama
sekali bertentangan. Mungkin sebagian dari Anda, pada situasi tersebut, memilih
untuk menggabungkan dua keputusan menjadi satu dan hasilnya ternyata tidak
optimal atau bahkan malah gagal sama sekali. Meskipun banyak metoda ilmiah dan
praktis bisa digunakan dalam mengambil keputusan seperti penyusunan skala
prioritas dan pembobotan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa yang namanya
pengambilan keputusan tidak bisa lepas dari faktor emosi. Pertanyaannya adalah
bagaimana kita mengendalikan dan menggunakan emosi kita pada saat-saat kritis
yang bisa berdampak terhadap kelangsungan hidup kita, perusahaan, masyarakat
sekitar atau bahkan Negara?
